waktu masih ikut orang

waktu masih ikut orang
mulai kerja

piss

piss
sepi banget

Daftar Blog Saya

Pembunuh setan

Pembunuh setan
aduh

Tanpa Huruf Vocal

semua akan menjadi bisu jika tidak ada AIUEO

Rabu, 16 Februari 2011

Jumat, 06 Agustus 2010

Mengenang GESANG

Gesang nama lengkapnya Gesang Martohartono (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 1 Oktober 1917 – wafat di Surakarta, Jawa Tengah, 20 Mei 2010 pada usia 92 tahun.) adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu asal Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Indonesia. Dikenal sebagai “maestro keroncong Indonesia,” ia terkenal lewat lagu Bengawan Solo ciptaannya, yang terkenal di Asia, terutama di Indonesia dan Jepang. Lagu “Bengawan Solo” ciptaannya telah diterjemahkan setidaknya ke dalam 13 bahasa (diantaranya bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Belanda, dan bahasa Cina).
-

Gesang Martohartono dilahirkan di Kampung Kemlayan, Surakarta. Gesang lahir dari pasangan pengusaha batik bernama Martodiharjo dari perkawinan dengan isteri keduanya. Gesang adalah anak ke 5 dari 10 bersaudara. Gesang mempunyai nama kecil Sutardi.

-

Tahun 1941 Gesang menikah dengan seorang bernama Waliyah. Setelah 22 tahun berumahtangga, tahun 1963, mereka bercerai tanpa memilki keturunan

-

Terakhir dimasa hidupnya Gesang tinggal di di Jalan Bedoyo Nomor 5, Kelurahan Kemlayan, Serengan, Solo bersama keponakan dan keluarganya, setelah sebelumnya tinggal selama 20 tahun di rumahnya Perumnas Palur pemberian Walikota Surakarta tahun 1984.
-
Lagu Bengawan Solo
-

Lagu ini diciptakan pada tahun 1940, ketika ia berusia 23 tahun. Gesang muda ketika itu sedang duduk di tepi Bengawan Solo (bengawan = sungai) yang selalu ia kagumi. Atas kekaguman sungai tersebut, kemudian Gesang terinspirasi untuk menciptakan sebuah lagu dengan judul “ Bengawan Solo”. Proses penciptaan lagu ini memakan waktu sekitar 6 bulan.

-

Lagu Bengawan Solo juga memiliki popularitas tersendiri di luar negeri, terutama di Jepang. Awal mulanya, pasukan Jepang yang sempat mengusai Indonesia dan kalah dalam Perang Dunia II (1945), kemudian pulang kenegaranya dengan membawa lagu Bengawan Solo ini bersama mereka. Tahun 1947, penyanyi Jepang Toshi Matsuda melakukan rekaman atas lagu Bengawan Solo ini dengan lirik berbahasa Jepang. Sejak itu lagu “Bengawan Solo” semakin populer saja.

-

Setelah Toshi Matsuda, berikutnya banyak artis Jepang yang juga ikut mempopulerkan lagu “Bengawan Solo”, salah satunya penyanyi wanita Miyako Harumi. Bukan itu saja, sutradara legendaris Jepang, Akira Kurosawa juga menyertakan lagu Bengawan Solo ini dalam film karyanya yang berjudul “NORA INU (Stray Dog)“ yang dibuat pasca Perang Dunia ke-2.
-
Lirik lagu Bengawan Solo :

-

Bengawan Solo
Riwayatmu ini
Sedari dulu jadi
Perhatian insani
-
Musim kemarau
Tak seberapa airmu
Di musim hujan, air
meluap sampai jauh
-
Ref:
Mata airmu dari Solo
Terkurung Gunung Seribu
Air mengalir sampai jauh
Akhirnya ke laut
-
Itu perahu
Riwayatmu dulu
Kaum pedagang selalu
Naik itu perahu

-
Lagu-lagu ciptaan Gesang

-

Tidak banyak orang yang tahu bahwa lagu pertama yang diciptakan Gesang adalah lagu berjudul Si Piatu. Lagu tersebut diciptakan Gesang 2 tahun setelah dia memulai karirnya sebagai penyanyi keroncong lokal dan ikut manggung di sejumlah tempat, tepatnya tahun 1938.

-

Lagu Si Piatu bercerita mengenai seorang anak yang tidak mendapat kasih sayang orangtuanya. Dia menciptakan lagu tersebut, setelah melihat kesedihan kawannya yang merupakan yatim piatu.

-

Namun, lagu ini tidak booming seperti lagu Bengawan Solo yang dia ciptakan 2 tahun kemudian, 1940.

-

Sebanyak 44 lagu karya Gesang telah didaftarkan hak ciptanya ke Direktorat Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia sejak 1 Oktober 2009.
-
Sekitar tahun 1962, lagu Bengawan Solo diakui orang Malaysia sebagai ciptaannya, dengan judul Mine Cello. Lirik dan judulnya diubah, tapi iramanya sama. Baru di 1963 diakui Malaysia bahwa Bengawan Solo ciptaan Gesang.
-
Judul lagu-lagu ciptaan Gesang yang populer:

-

Bengawan Solo.

Jembatan Merah.

Pamitan (versi bahasa Indonesia dipopulerkan oleh Broery Pesulima).

Caping Gunung.

Aja Lamis.

-

Penghargaan Yang Diterima Gesang

-

1973 : Pemerintah Daerah Kotamadya Sala mengangkat Gesang sebagai Warga Kota Teladan kelas II. Surat Keputusan Walikotamadya No 71/Kep/1/73 tanggal 16 Juni 1973 ditandatangani Walikotamadya Kusnandar waktu itu.

-

1977 : Gesang menerima penghargaan dari pemerintah atas dasar Keputusan Presiden No. 23 Tahun 1976 dan Keputusan Menteri P dan K No. 01/M/77. Untuk itu, Gesang, selain menerima lencana dan piagam juga mendapat Tabanas Rp 25 ribu.

-

1978 : Gesang menerima penghargaan dari Organization for Industrial and Spirituil Cultural Advancemen (OISCA).

-

1983 : Sebagai bentuk penghargaan atas jasanya terhadap perkembangan musik keroncong, pada tahun 1983 Jepang mendirikan Taman Gesang di dekat Bengawan Solo. Pengelolaan taman ini didanai oleh Dana Gesang, sebuah lembaga yang didirikan untuk Gesang di Jepang.

-

1984 : Gesang mendapat rumah mungil di Perumnas Proyek Solo, Palur dari pemerintah Kota Solo pada tahun 1984.

-

1992 : Anugrah tertinggi di bidang seni dan budaya dari Pemerintah Republik Indonesia berupa Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma.

-

18 Desember 2003 : Maestro keroncong asal Kota Solo, Gesang mendapat anugerah Permata Award dari Bank Permata sebagai tokoh yang mempunyai kontribusi besar terhadap profesi yang ditekuninya

-

16 Desember 2004 : Gesang meraih penghargaan khusus pada kategori The Legend dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) Samsung Awards 2004

-

21 September 2005 : Penyanyi dan pencipta lagu keroncong legendaris asal Solo, Gesang, terpilih sebagai satu-satunya seniman yang meraih penghargaan Special Achievement For A Lifetime dalam acara 1st Bali Music Award 2005. Penghargaan diberikan oleh Bali International Music Award (BIMA) atas karyanya yang melegenda.

-

19 September 2006 : Gesang raih SOLOPOS Award.

-

2 Juni 2008 : Gesang meraih Piala Metronome Tahun 2008, yang diberikan Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Penata Musik Indonesia (Pappri).

-

30 Oktober 2008 : Penghargaan “The Immortals” , sebuah penghargaan yang diberikan oleh majalah musik ternama “Rolling Stone Indonesia”, atas prestasinya sebagai Maestro Kroncong..

-

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata akan memberikan anugerah budaya pada sosok legendaris musik keroncong Gesang Martohartono.
-
“Anugerah merupakan penghargaan yang akan kami berikan kepada para maestro di bidangnya, dan almarhum Gesang merupakan maestro di bidang musik keroncong,” kata Dirjen Nilai Budaya Seni dan Film, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Tjetjep Suparman usai melayat jenazah legendaris musik keroncong, Gesang di rumah duka, Solo, Jumat, 21 Mei 2010.
-

Tjetjep menjelaskan, proses pemberian anugerah itu akan memakan waktu selambatnya 1 tahun. (Sumber: Wikipedia, Solo Pos dan sumber lainnya).

Selasa, 25 Mei 2010

segitiga bermuda

Susah jadi cowok ganteng, banyak disukai wanita, secara gitu loh kan 1 : 10. Mengerti kan artinya? sebenernya ngga terlalu ganteng si tapi menarik huft. Namun ada satu masalah besar yang sebenernya menjadi bukan kendala, sebenernya kalu orang itu tidak cemburu maka semuanya akan berjalan dengan normal dan diri ku tidak akan mungkin selingkuh karena tanggal 26 juni 2010 kita akan menikah di Temanggung jawa tengah. maklum lah mungkin dia terlalu mencintai aku sebagai calon suami yang akan mendampingi dia sampai menutup mata, aku juga sangat menyayangi dia sebagai calon istriku sehingga aku tak sampai menghianati dia walaupun hanya sebatas niat. Ketahuilah wahai calon istriku, jangan kwatir, aku tidak akan menghianatimu walau banyak cewek cantik menggodaku ( kalau aku tidak tergoda he.......he....)

Selasa, 04 Mei 2010

meteorrrrrrrrrrrrrrrrrr

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Institut Sains dan Teknologi Akprind Yogyakarta mengembalikan batu meteor yang jatuh di Desa Wonotirto, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung pada 2001 ke pemerintah kabupaten setempat.

"Selama ini IST Akprind telah meneliti dan merawat batu meteor itu dengan baik. Setelah batu meteor ini dikembalikan, kami berharap Pemkab Temanggung juga merawatnya dengan baik," kata Rektor IST Akprind, Ir Sudarsono saat menyerahkan batu meteror kepada Bupati Temangung Hasyim Afandi, di Temanggung, Senin (3/5/2010).

Pada 11 Mei 2001 sekitar pukul 09:00 WIB penduduk Desa Wonotirto yang terletak di lereng Gunung Sumbing mendadak dikejutkan dengan terdengarnya dentuman keras disertai jatuhnya meteor pada tiga titik.

Ketiga titik tersebut berada di luar lingkungan permukiman penduduk, dua di antaranya berada di ladang tembakau dan satu lagi di jalan desa, sekitar satu kilometer dari rumah penduduk terdekat.

Penduduk menemukan dua buah meteorit, masing-masing dari salah satu titik di ladang tembakau seukuran kepala bayi dan di jalan desa seukuran kepalan tangan orang dewasa.

Pemerintah Kabupaten Temanggung dan IST Akprind kemudian mendirikan Monumen Meteorit Wonotirto di dekat lokasi titik tumbuk jalan desa, yang diresmikan pada 18 Februari 2002.

Museum Rekor Indonesia menempatkan monumen ini sebagai satu-satunya monumen peringatan jatuhnya meteor di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Namun, di sana tidak ada bukti fisik mateorit yang pernah ditemukan tersebut.

Usai menyerahkan batu meteor, rombongan dari IST Akprind diantar Wakil Bupati Temanggung, Budiarto mengunjungi monumen meteorit tersebut.

Untuk sementara batu meteor tersebut disimpan di Kantor Bupati Temanggung dan Dinas Kebudayaan, Pariwitasa, Pemuda, dan Olahraga Temanggung akan menyusun rencana pemanfaatan meteorit tersebut untuk kepentingan wisata pendidikan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwitasa, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Temanggung Bekti Prijono mempunyai gagasan untuk membangun planetarium mini.

Gedung tersebut dapat dibangun sesuai dengan prinsip-prinsip planetarium. Meteorit akan diletakkan secara permanen sebagai tujuan wisata dan pendidikan.


UNTUNG BAPAK KU LAGI MACUL ORA GIGALAN METEOR SLAMET_SLAMET

Kamis, 11 Maret 2010

episode yang hilang

Tulisan ini mungkin akan bermanfaat bagi yang membaca, tapi iseng aja dari pada jari ngga menari diatas keyboard, mengenai fenomena kehidupan di kota jakarta tempat ku hidup dengan segala gemerlap, macet, metromini, mikrolet, bajay, asap, jalan bolong, ojeg, transjakarta dan masih ada bemo walaupun di jakarta pinggiran. Itu sekilas mengenai alat transportasi di kota tempatku hidup sekarang ini, kadang merasa penat dengan jakarta ini ingin rasanya pindah ke kampung lagi seperti masa kecil dulu, kata temenku " heh suk bali wae neng ndeso nek ora doyan black label, ngombe o banyu degan wae nang ndeso" teman ku adalah seorang pelupa kalo masuk kerja ngga pernah telat tapi pasti salah jadual, harusnya masuk dia malah dikira libur. kembali lagi ke kehidupan jakarta yang multi segalanya kalo berangkat kerja harus pagi_pagi biar ngga macet, kalo semua maunya ngga macet yang pagi semua berangkat pagi dan alhasil pagi_pagi macet juga karena banyak yang berangkat pagi. Saya terutama, adalah pekerja hiburan malam yang bertanggung jawab mengenai pembayaran yang mempunyai istilah keren adalah ''Cashier'' jangan tinggi_tinggi nyebutnya nanti kaya iklan. Keuntungan yang saya dapatkan adalah tidak terkena macet karena jam berangkat dan jam pulang dari tempat kerja tidak bertepatan pada jam orang_orang pada buru_buru pada mau sampai tempat cari nafkah.Konsekwensinya dari pekerjaan ini adalah tidak adanya hari libur di hari minggu karena pada saat hari minggu tersebut adalah ''high season'' itulah sekilas mengenai kehidupan Jakarta dengan transportasi dan akibat yang ditimbulkannya untuk keehidupan ku dan kehidupan penduduknya,,,,,,, huft