Kamis, 11 Maret 2010
episode yang hilang
Tulisan ini mungkin akan bermanfaat bagi yang membaca, tapi iseng aja dari pada jari ngga menari diatas keyboard, mengenai fenomena kehidupan di kota jakarta tempat ku hidup dengan segala gemerlap, macet, metromini, mikrolet, bajay, asap, jalan bolong, ojeg, transjakarta dan masih ada bemo walaupun di jakarta pinggiran. Itu sekilas mengenai alat transportasi di kota tempatku hidup sekarang ini, kadang merasa penat dengan jakarta ini ingin rasanya pindah ke kampung lagi seperti masa kecil dulu, kata temenku " heh suk bali wae neng ndeso nek ora doyan black label, ngombe o banyu degan wae nang ndeso" teman ku adalah seorang pelupa kalo masuk kerja ngga pernah telat tapi pasti salah jadual, harusnya masuk dia malah dikira libur. kembali lagi ke kehidupan jakarta yang multi segalanya kalo berangkat kerja harus pagi_pagi biar ngga macet, kalo semua maunya ngga macet yang pagi semua berangkat pagi dan alhasil pagi_pagi macet juga karena banyak yang berangkat pagi. Saya terutama, adalah pekerja hiburan malam yang bertanggung jawab mengenai pembayaran yang mempunyai istilah keren adalah ''Cashier'' jangan tinggi_tinggi nyebutnya nanti kaya iklan. Keuntungan yang saya dapatkan adalah tidak terkena macet karena jam berangkat dan jam pulang dari tempat kerja tidak bertepatan pada jam orang_orang pada buru_buru pada mau sampai tempat cari nafkah.Konsekwensinya dari pekerjaan ini adalah tidak adanya hari libur di hari minggu karena pada saat hari minggu tersebut adalah ''high season'' itulah sekilas mengenai kehidupan Jakarta dengan transportasi dan akibat yang ditimbulkannya untuk keehidupan ku dan kehidupan penduduknya,,,,,,, huft
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus